Sunday, December 7, 2014

Nuansa Melayu di Kerajaan Siak Sri Indrapura

Berbicara tentang kota melayu memang tidak pernah ada habisnya, apalagi tentang cagar budaya, peninggalan sejarah dan keseniannya. Salah satu peninggalan sejarah terkenal adalah Kerajaan Siak Sri Indrapura. Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan kerajaan melayu islam terbesar di Kabupaten Siak,Propinsi Riau. 

Obyek Wisata


Tahun 1723 M merupakan awal berdirinya kerajaan oleh Raja Kecik dengan gelar khas Melayu yakni Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah putera Raja Johor, Malaysia (Sultan Mahmud Syah) bersama sang istri, Encik Pong. Kala itu, Buatan dipilih sebagai lokasi pusat kerajaan. Dalam Bahasa, ‘Siak Sri Indrapura’ bermakna pusat kota raja yang taat beragama. Sementara bahasa sansekerta, ‘Sri’ adalah ‘bercahaya’, ‘Indra’ adalah ‘raja’. Dan ‘Pura’ adalah ‘kerajaan’.
Jarak Kota Pekanbaru menuju Istana sekitar 125 km dengan luas bangunan kerajaan mencapai 28.030 m2. Hingga kini, Anda dapat melihat bukti-bukti sejarah kerajaan saat menulusuri bagian dalam istana. Benda-benda sejarah seperti kursi emas singgasana sultan,  senjata kerajaan melayu,  replika mahkota, bendera Kerajaan, setanggi pembakar, tombak kerajaan, brankas, alat musik asal Jerman dengan piringan berukuran diameter 90 cm berisi lagu Mozart dan Bethoven, lampu kristal, berbagai bentuk senjata,  dan aneka koleksi cinderamata dari negeri sahabat. Tidak hanya itu, sebuah cermin peninggalan permaisuri sultan yang disebut cermin Ratu Agung pun masih tersimpan rapi. Bahkan, masyarakat setempat menganggap bahwa cermin tersebut akan menjadikan kulit awet muda jika menggunakannya.
Selain corak Melayu, bangunan istana ini juga mengingatkan kita pada gaya arsitektur Eropa. Wajar saja, sebab pembangunannya dilakukan oleh arsitekt dari Jerman. Bangunannya terdiri atas dua lantai yaitu lantai atas dan lantai bawah. Fungsi utama lantai atas adalah untuk tamu kerajaan dan ruang istirahat Sultan. Lantai atas memiliki sembilan ruangan, sedangkan lantai bawah atau disebut juga Lantai Istana Matahari Timur memiliki ruang sidang, ruang tunggu bagi tamu perempuan dan tamu laki-laki,  dan satu ruangan di sebelah kanan adalah tempat berlangsungnya ruang sidang sekaligus adanya acara/ pesta istana. Empat ruang utama di lantai dasar diantaranya adalah :
1.      Ruang depan istana yang merupakan ruang tunggu para tamu kerajaan, dimana di dalamnya terdapat dua bagian ruang. Untuk tamu terhormat disebut Ruangan Kursi Gading yang berkain gorden berwarna hijau lumut dikhususkan untuk tamu pria, dan satu ruangan terhormat lainnya untuk tamu perempuan.
2.      Ruang di sebelah kanan aadalah tempat berlangsungnya sidang kerajaan, sekaligus untuk pengadaan pesta di istana.
3.      Ruang di sebelah kiri merupakan ruang seremonial adat melayu, seperti pelantikan, upacara menjunjung duli dan ritual peringatan hari besar Islam.
4.      Ruang belakang yaitu untuk tempat persiapan jamuan bagi para tamu undangan. Ruang ini sangat mencolok dengan tangga besi spiral buatan Jerman sebagai akses menuju lantai atas. Koridor ruang sepanjang 200 m di sini menjadi tempat makan bagi penduduk biasa.
Tiap sudut istana memiliki pilar berbentuk bulat. Dinding-dinding dihiasi keramik buatan Perancis. Sementara pada puncak bangunan, Anda akan terpukau melihat enam patung hiasan berbentuk burung elang atau garuda. Patung ini menjadi simbol keberanian Kerajaan Siak Sri Indrapura. Semua pintu dan jendela berbentuk kubah dengan hiasan mozaik kaca. Sepasang burung Elang yang memukau menghiasi pintu gerbang masuk. Anda juga akan menemui delapan meriam yang menyebar ke berbagai sisi halaman istana, dimana di sebelah kiri belakang istana terdapat bangunan kecil sebagai penjara sementara. Beberapa bangunan lain sekitar istana yang tidak boleh Anda lewatkan yaitu Jembatan Siak, Balai Kerapatan, Mesjid Syahabbudin dan Makam Sultan Kasim II.

Lokasi
Kerajaan siak terletak di Jl. Sultan Syarif Kasim, Siak Kabupaten Riau Propinsi Riau.

Tiket Masuk
Tiket masuk  untuk dewasa Rp3.000,- dan anak-anak Rp2.000,-.
Jam buka Istana Siak adalah hari Senin-Kamis dan Sabtu pukul 09.00-16.00 WIB.
Pada hari Jumat buka pukul 13.45-16.00 WIB.

Akses
Untuk mencapai di obyek wisata ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama 4 jam dari Pekanbaru Propinsi Riau.

Akomodasi
Temukan berbagai akomodasi di sekitar Kerajaan Siak dari wisata kuliner khas Minang di tepian sungai Siak sembari menikmati pemandangan jembatan siak dan berbagai penginapan dan hotel dengan harga bervariasi.

Sumber : www.gosumatra.com
Post       : Putri Merlisa W

0 komentar:

Post a Comment